Selayarnews– Warga Desa Jinato Kecamatan Takabonerate, mengeluhkan sulitnya akses transportasi laut khususnya untuk dapat ke Pulau Selayar. Hal ini terjadi sejak kapal Ferry KMP. Takabonerate yang melayani rute Pelayaran Pulau-pulau Selayar, tidak lagi melewati rute yang melintasi pelabuhan Pulau Jinato.
Penyebab lain adalah kapal Pelni yang juga sebelumnya kerap singgah di Pelabuhan Jinato, belum ada jadwal operasi karena doking, sejak akhir tahun 2022 lalu.
Kondisi ini cukup menyulitkan Warga d Pulau Jinato baik untuk akses transportasi Warga maupun untuk pengiriman logistik dan bahan pokok. Untuk sampai ke Pulau Selayar, warga harus menunggu kapal-kapal pengangkut ikan yang mau berangkat ke pelabuhan di Bulukumba atau Sinjai atau harus menyeberang ke pelabuhan feri di Pulau Kayuadi.
” Kami sangat kesulitan kalau mau ke Selayar, karena harus nyeberang dulu ke Kayuadi baru bisa dapat kapal Ferry, yang jadwalnya juga hanya 2 kali seminggu. Tambah sulit lagi karena kapal Pelni belum ada jadwal operasi, jelas Muh. Arsyad, Kepala Dusun Jinato, Senin (6/2/2023).
Selama tidak ada kapal penumpang yang sandar di Dermaga Pulau Jinato, satu-satunya alternatif yang menjadi andalan masyarakat untuk masuk dan keluar Jinato adalah kapal-kapal es dan perahu yang harus “dicarter” ke Selayar.
” Memang kapal es lumayan lancar tapi tujuannya kebanyakan Bulukumba dan Sinjai, jadi kita segan singgah di Pulau Selayar. Kalau kita bersedia harus dicarter karena merek.harus mengeluarkan biaya bahan bakar lebih, jadi costnya terlalu tinggi, Jelas Ilham, salah seorang Pengusaha Logistik dan bahan Pokok di Jinato.
Menurutnya kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, apalagi kalau ada yang tiba sakit dan harus dirujuk ke Selayar. Selain itu urusan-urusan mendadak ke pusat kabupaten sangat terhambat. Termasuk distribusi logistik para pedagang ikut mengalami kesulitan.
Menumpang perahu perahu perikanan dan perahu rakyat bukan tanpa resiko bagi warga, karena jenis kapal yang digunakan sebagai sarana alternatif, bukan untuk membawa penumpang yang tidak dilengkapi alat keselamatan pelayaran, seperti pelampung. Bisa dibayangkan jika kondisi perairan Kepulauan Selayar seperti saat ini musim barat, tentu sangat beresiko mengancam keselamatan masyarakat.
“Masyarakat juga menyadari akan ada bahaya mengancam keselamatan jiwa mereka, tetapi mau tak mau dan suka tak suka terpaksa menggunakan kapal barang karena tidak ada pilihan angkutan lain” lanjut Ilham.
Ia berharap agar Pemerintah dan wakil rakyat memperhatikan keluhan warga tersebut secara serius. Dengan meminta ASDP agar dapat mengeluarkan kebijakan agar KMP. Takabonerate dapat kembali transit di Pelabuhan Jinato. (Tim/red)























