Selayarnews-PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kalumpang terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan melalui kegiatan sosialisasi bahaya listrik dan pelayanan pelanggan di Kantor Desa Bontomarannu, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Selasa (10/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bontomarannu, para kepala lingkungan, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, tim PLN memberikan edukasi kepada warga terkait potensi bahaya listrik yang dapat terjadi akibat aktivitas masyarakat di sekitar jaringan listrik.
Petugas PLN menjelaskan bahwa beberapa aktivitas seperti penggunaan jerat hewan, bermain layang-layang, serta pemasangan umbul-umbul atau atribut kegiatan yang terlalu dekat dengan jaringan listrik berpotensi menimbulkan gangguan kelistrikan bahkan membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami terus mendorong masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan energi listrik. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami potensi bahaya yang dapat terjadi di sekitar jaringan listrik,” ujar Rahim Jaya Hamka, Team Leader K3LK PLN ULP Kalumpang selaku narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Selain itu, PLN juga mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan ketika tim PLN melakukan pemeliharaan Right of Way (ROW) atau penataan jalur bebas jaringan listrik di wilayah mereka agar terhindar dari gangguan pohon maupun binatang yang dapat menyebabkan padamnya aliran listrik pada jaringan PLN. Kerja sama masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik tetap stabil dan tanpa padam.
Dalam sosialisasi tersebut, PLN juga memperkenalkan berbagai kemudahan layanan kepada pelanggan, seperti penggunaan aplikasi PLN Mobile untuk pengaduan gangguan, pembayaran listrik, hingga pengajuan layanan kelistrikan. Selain itu, masyarakat juga diinformasikan mengenai promo diskon 50 persen biaya penyambungan tambah daya yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan kelistrikan sekaligus merasakan kemudahan layanan yang disediakan perusahaan.
“Dengan pemahaman yang baik dari masyarakat, diharapkan risiko kecelakaan listrik dapat diminimalisir dan keandalan pasokan listrik tetap terjaga,” tutup Rahim. (Aj)























