Selayarnews– Sebanyak 200 pekerja dapur dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah terpencil mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan yang digelar untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Andi Abdurrahman, S.E., M.Si., di Aula Hotel Rayhan, Kecamatan Benteng, Jumat (12/6/2026).
Pelatihan yang dipimpin Koordinator Yayasan SPPG Terpencil, Mansur Sihadji, S.KM., M.Kes., tersebut diikuti peserta dari tiga yayasan penyelenggara, yakni Bonerate Cipta Al Fath, Dapur Sehat Selayar, dan Garuda Tanadoang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi syarat operasional dapur sekaligus membekali para relawan dengan keterampilan yang tersertifikasi dalam mempersiapkan makanan yang aman dan layak konsumsi.
Dalam sambutannya, Mansur Sihadji mengatakan pelatihan tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh penjamah makanan memahami standar keamanan pangan yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan Program MBG. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, termasuk Dinas Kesehatan yang mengalokasikan waktu dan tenaga untuk melatih para relawan.
“Program ini sudah lama ditunggu-tunggu karena kebutuhan gizi masyarakat di pulau-pulau sangat tinggi. Anak-anak di wilayah kepulauan juga membutuhkan layanan Makan Bergizi Gratis yang selama ini lebih banyak tersedia di kawasan perkotaan. Kami berharap pelatihan hari ini dapat mendorong Badan Gizi Nasional untuk mempercepat operasional SPPG Terpencil,” ujar Mansur.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Abdurrahman, menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, makanan bergizi harus didukung proses pengolahan yang higienis dan aman agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat.
“Peserta yang hadir akan dilatih untuk mampu menjaga keamanan pangan dalam program MBG dan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan di mana pun. Penjamah makanan memiliki peran yang sangat strategis karena berada di garis terdepan dalam memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kualitas gizi yang telah ditetapkan,” kata Andi Abdurrahman.
Ia menjelaskan bahwa Program MBG merupakan program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, seluruh dapur MBG harus mampu menerapkan standar keamanan pangan yang baik pada setiap tahapan kerja, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian makanan.
“Beberapa kejadian yang sempat viral di media sosial harus menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh pengelola dapur memperkuat pengawasan serta menata kembali penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis agar keamanan pangan benar-benar terjaga. Keamanan pangan tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat, terutama peserta didik,” tegasnya.
Andi Abdurrahman menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menginginkan seluruh dapur MBG menerapkan standar yang sama, baik dari aspek kebersihan lingkungan kerja, higiene penjamah makanan maupun kualitas bahan pangan yang digunakan. Dengan tata kelola yang baik, potensi terjadinya masalah keamanan pangan dapat diminimalkan sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, sehat, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil. (Red)























