Benteng – Rencana masuknya Alfamidi di Kabupaten Kepulauan Selayar mendapat berbagai respon. Sejak minggu lalu, publik memberikan respon pro dan kontra terhadap hal itu.
Rencana masuknya PT. Midi Utama Indonesia, Tbk di Kabupaten Kepulauan Selayar diketahui setelah beredarnya panflet penerimaan karyawan di media sosial.
Mengomentari hal itu, Hizbullah Kamaruddin selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkum) Kabupaten Kepulauan Selayar angkat bicara.
Menurutnya, rencana kerjasama pemerintah daerah dengan PT. Midi Utama Indonesia, Tbk untuk membuka minimarket Alfamidi dinilai juga memiliki dampak positif.
“Kalau kita ambil positifnya, itu tergantung MoU atau nota kesepahaman yang disepakati. Yang pasti jika saya tidak salah ingat bahwa retail atau minimarket seperti itu wajib untuk memberikan ruang 30 persen bagi para pelaku usaha mikro kecil untuk memasukkan produknya di minimarket,” Ungkapnya, Senin (14/6).
Lalu menurutnya, bahwa dari sisi keamanan dan kenyamanan para pelaku UMKM kalah dengan retail atau minimarket tetapi para pelaku UMKM bisa bersaing dari segi harga.
“Kita bisa cek yang mana kios-kios kita dengan harganya pasti saya yakin minimarket itu lebih mahal, artinya dari sisi harga kita tidak masalah karena ada juga beberapa konsumen yang lebih cenderung mwlihat harga,” Imbuhnya.
Lebih jauh, ia juga mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama untuk mengadakan minimarket di Kabupaten Kepulauan Selayar bisa lebih membantu masyarakat ataupun wisatawan yang hendak masuk ke Selayar sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang ada di Indonesia.
“Mungkin juga khususnya konsumen, karena kita di Selayar adalah daerah yang cukup aman bisa saja mereka buka 24 jam dan bisa sedikit terbantu para konsumen. Begitu juga misalnya jika ada tamu-tamu kita ke Selayar, merekaselalu menanyakan adakah minimarket di Selayar,” Jelasnya.
Secara umum untuk kebutuhan masyarakat, Hizbullah mengatakan bahwa tidak akan terjadi persaingan yang tidak sehat.
“Artinya semua itu sudah ada pembelinya,” Singkatnya.
Lebih jauh, ia menyangkal isu yang beredar bahwa dengan masuknya PT. Midi Indonesia, Tbk membangun minimarket di Kabupaten Kepulauan Selayar bisa mematikan roda ekonomi para pelaku UMKM yang telah ada sebelumnya.
“Saya rasa tidak. Karena produknya mereka juga bisa ikut dijual di minimarket, mungkin akan di koordinir oleh Dinas Perindagkum atau bagaimana nantinya. Nanti akan dituangkan secara tertulis seperti apa bentuk kerjasamanya,” Bebernya.
Saat ini, Hizbullah mengatakan bahwa seluruh pelaku UMKM akan diberikan ruang untuk bisa turut ambil andil dengan hadirnya minimarket di Selayar.
“Saat ini berdasarkan data terakhir, karena kita juga sementara melakukan pembaruan data di lapangan, yang tercatat di Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang sudah lengkap sekitar 2.000 pelaku UMKM dan bisa saja bertambah. Semua pelaku UMKM itu bisa saja memasukan produknya untuk dibantu di pasarkan di minimarket itu,” Tutupnya.
Bolls























