Selayarnews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dihadapkan pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan terpantau merata mulai dari Kecamatan Bontomatene hingga Bontosikuyu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertashop di wilayah tersebut tutup atau tidak beroperasi. Pasokan dari agen-agen pengecer juga kosong. Satu-satunya sumber BBM yang masih ditemukan hanyalah penjual bensin eceran dalam botolan di pinggir jalan, yang menjual dengan harga Rp15.000 per botol.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar. Baik pengecer tradisional maupun gerai resmi milik Pertamina tidak memiliki stok bahan bakar.
Menyikapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Kepala Bagian Perekonomian, Mursalim, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik buying atau melakukan penimbunan BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Kapal tanker pengangkut BBM sempat mengalami kendala teknis atau kerusakan, sehingga menyebabkan keterlambatan distribusi,” ujar Mursalim dalam keterangannya.
Pihaknya memastikan bahwa proses pengisian (loading) BBM di Makassar saat ini sudah berlangsung. Diproyeksikan, dalam waktu dekat atau besok, pasokan BBM sudah kembali masuk dan tersedia untuk masyarakat di Kepulauan Selayar.
Masyarakat diharapkan dapat bersabar dan menunggu distribusi normal agar pasokan dapat segera terpenuhi menjelang kebutuhan bulan Ramadhan.























