Selayarnews-Pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melayani rute Yogyakarta–Makassar, akhirnya ditemukan di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Badan pesawat beserta sejumlah serpihan berhasil terdeteksi oleh Tim SAR gabungan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026.
Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 WITA, berdasarkan informasi dari General Manager AirNav Makassar, Kristanto. Saat itu, pesawat diperkirakan kehilangan komunikasi di wilayah Maros–Pangkep, pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, dengan membawa 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Hamsidar, menjelaskan bahwa operasi pencarian udara dilakukan sejak pukul 06.47 WITA dengan mengerahkan helikopter untuk melakukan penyisiran di wilayah pegunungan. Hasil signifikan mulai diperoleh sekitar pukul 07.17 WITA, ketika kru helikopter AI 7301 melaporkan indikasi serpihan pesawat berwarna putih di area Bukit Bulusaraung.
“Pesawat AI 7301 kemudian melakukan broadcast koordinat temuan serpihan di posisi S 04 55 46 dan E 119 44 51. Setelah itu, helikopter H-2213 langsung bergerak menuju koordinat yang dibagikan,” ujar Hamsidar.
Ia menambahkan, pada pukul 07.33 WITA kembali terpantau serpihan lain yang diduga merupakan bagian jendela pesawat di sisi utara Puncak Bulusaraung. Temuan tersebut kemudian diperkuat oleh laporan dari helikopter H-2213 yang berada di area pencarian.
Perkembangan penting terjadi sekitar pukul 08.02 WITA, saat tim darat berhasil menemukan serpihan pesawat berukuran besar yang kemudian mengarah pada lokasi badan pesawat. Namun, proses evakuasi melalui jalur udara belum dapat dilakukan karena kondisi angin di lokasi dilaporkan cukup kencang.
“Pasukan darat menemukan badan pesawat dan saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut. Unsur helikopter masih terus mencari lokasi terdekat yang aman untuk menurunkan tim SAR,” kata Hamsidar.
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa sejak laporan hilang kontak diterima, Basarnas telah mengerahkan tim rescue secara bertahap. Tim awal diturunkan untuk asesmen lokasi, disusul penambahan personel hingga melibatkan sekitar 40 orang bersama potensi SAR yang ada, dengan titik koordinasi pencarian berada di sekitar kawasan Leang-leang dan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus pada pengamanan lokasi, identifikasi badan pesawat dan serpihan, serta upaya penurunan dan pergerakan tim penyelamat menuju titik temuan utama.
(DY)























