Benteng – Program Keluarga Harapan atau yang lebih dikenal dengan istilah PKH adalah program pemberian bantuan tunai bersyarat bagi keluarga kurang mampu yang terdapat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSK) dan memiliki komponen sebagai persyaratan yang ditetapkan sebagai peserta PKH.
Di Kabupaten Kepulauan Selayar, pada tahun 2021 sekitar enam ribu masyarakat terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM).
Usman Nur selaku Koordinator PKH Kabupaten Kepulauan Selayar mengatakan bahwa penyaluran bantuan PKH tahap awal tahun 2021 telah tersalurkan.
“Untuk tahap 1 Tahun 2021, 6.568 KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” Singkatnya saat dikonfirmasi, Kamis (18/2).
Penyaluran bantuan PKH yang merupakan program dari pemerintah pusat, memiliki pagu sebesar Rp. 28.709.816.300.000 yang penyalurannya secara bertahap per triwulan.
“Tahap awal pada bulan Januari, Februari dan Maret, tahap kedua pada bulan April, Mei dan Juni, tahap ketiga pada bulan Juli, Agustus dan September dan untuk tahap keempat pada bulan Oktober, November, Desember,” Imbuhnya.
Dalam tahapan penyaluran bantuan PKH ini, terdapat 7 kategori dalam skema bantuan per- tahap penyaluran dengan jumlah bantuan yang bervariasi mulai dari Ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah SD, anak sekolah SMP, anak sekolah SMA, lanjut usia 70 tahun keatas dan juga Disabilitas berat.
“Bagi Ibu hamil indeks per-triwulan sebesar 750 ribu, bagi kategori anak usia dini pertahun itu sebesar 750 ribu, SD sebesar 225 ribu per tiga bulan, SMP 375 ribu, SMA 500 ribu, usia lanjut 600 ribu dan disabilitas sebesar 600 ribu per tiga bulan. Bantuan uang melalui rekening nya yang disalurkan oleh Bank BRI,” Bebernya.
Dalam penyaluran tahap awal di Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini pendamping PKH telah menyalurkan sebanyak Rp. 4.991.675.000 yang tersebar di 11 Kecamatan.
“Di Kecamatan Benteng ada 372 KPM tersalurkan dengan total dana sebesar Rp. 305.875.000, Bontoharu ada 686 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 559.200.000, Bontomanai ada 564 KPM tersalurkan dengan total dana Rp.473.550.000, Bontomatene ada 686 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 488.725.000, Bontosikuyu 710 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 559.850.000, Buki 338 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 277.525.000, Pasilambena 700 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 562.925.000, Pasimarannu 464 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 329.125.000, Pasimasunggu 581 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 432.250.000, Pasimasunggu Timur 578 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 442.775.000, Takabonerate 818 KPM tersalurkan dengan total dana Rp. 569.875.000,” Paparnya.
Dari total 6.568 penerima, terdapat kekurangan sebanyak 71 KPM yang belum disalurkan bantuannya.
“Kurang 71 (KPM) belum tersalur karena bermasalah NIK dokumen kependudukan dan sementara proses perbaikan data, masih sementara diajukan datanya ke pusat,” Jelasnya.
Jika 71 data tersebut telah diperbaiki, sambung Usman bahwa bantuan itu akan langsung dikirimkan ke rekening KPM.
Bolls























