Selayarnews.com – Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam KKN-PPM UGM Unit Tanai Tanadoang 2026 siap melaksanakan pengabdian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar selama 50 hari.
Tim dijadwalkan berangkat dari Yogyakarta pada Sabtu (20/6/2026) dan diperkirakan tiba di Selayar pada Senin (22/6/2026). Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan ditempatkan di tiga wilayah di Kecamatan Benteng, yaitu Kelurahan Benteng, Kelurahan Benteng Selatan, dan Kelurahan Benteng Utara.
Kehadiran Unit Tanai Tanadoang menjadi catatan penting karena tahun ini merupakan kali pertama Kecamatan Benteng dipilih sebagai lokasi KKN-PPM UGM. Sebagai pusat pemerintahan sekaligus gerbang aktivitas masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar, Kecamatan Benteng dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Tim Tanai Tanadoang terdiri atas 28 mahasiswa lintas disiplin ilmu dari klaster sains dan teknologi, sosial-humaniora, kesehatan, serta agro. Kolaborasi multidisiplin ini diharapkan mampu menghadirkan program yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim mengusung tema “Optimalisasi Potensi Daerah Menuju Coastal Resilience Area melalui Integrasi Circular Economy, Digitalisasi Sektor Publik, Penguatan Kesehatan Lingkungan, serta Sustainable Community-Based Tourism.”
Tema tersebut lahir dari potensi besar yang dimiliki Kecamatan Benteng sebagai kawasan pesisir dan pusat aktivitas ekonomi di Kepulauan Selayar. Di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Melalui berbagai program yang akan dijalankan, mahasiswa akan berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendorong terwujudnya kawasan pesisir yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Pendekatan coastal resilience yang diusung tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat, kesehatan lingkungan, tata kelola publik, serta pengembangan potensi wisata lokal.
Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Tanai Tanadoang 2026, Syafina Azzahra Ridwan P., mengatakan seluruh program kerja telah dirancang melalui proses identifikasi kebutuhan dan potensi wilayah secara mendalam.
“Kami berharap kehadiran Tim Tanai Tanadoang dapat menjadi ruang kolaborasi bersama masyarakat Kecamatan Benteng. Tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar dari masyarakat, memahami kearifan lokal, dan bersama-sama mengoptimalkan potensi yang dimiliki Selayar,” ujarnya.
Menjelang keberangkatan, Tim Tanai Tanadoang telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar pada 17 Juni 2026 sebagai bentuk pelaporan akhir kesiapan pelaksanaan KKN.
Dalam audiensi tersebut, Staf Ahli Bupati Kepulauan Selayar, Hizbullah, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Selayar sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UGM.
“Kami sangat antusias menyambut kedatangan adik-adik KKN UGM dan berterima kasih karena telah memilih Selayar sebagai lokasi pengabdian. Kami berharap program kerja yang dijalankan dapat selaras dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat,” katanya.
Audiensi juga dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unit Tanai Tanadoang, Wiwien Widyawati R., yang menegaskan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, kehadiran Tim KKN-PPM UGM Unit Tanai Tanadoang 2026 diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan.











![NASIONALISME DAN KESELAYARAN: Suatu Pelajaran Pengingat Kebersamaan [1]](http://selayarnews.com/wp-content/uploads/2026/04/620c8551-3d42-4cc5-b549-bd61986a5afe-350x250.jpeg)











