Selayarnews– Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag., menggelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Selasa (24/2/2026), di Jl. Bajiminasa No. 1, Tamarunang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan sosialisasi ketiga yang dilaksanakan dalam sebulan terakhir dan dihadiri tokoh masyarakat serta warga setempat yang membutuhkan edukasi terkait pentingnya asupan gizi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Muh. Zaitun Ardi, S.H., M.H., CT, BNSP. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi sebagai upaya konkret menekan angka stunting.
Dalam pemaparannya, Dr. Ashabul Kahfi menyoroti tingginya angka stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di Sulawesi Selatan berada di angka sekitar 23,3 persen, masih di atas target nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 14 persen. Untuk tingkat kabupaten, Jeneponto tercatat sebagai daerah dengan angka tertinggi sekitar 37 persen, disusul Enrekang sekitar 34,3 persen. Sementara itu, Kepulauan Selayar termasuk daerah dengan angka tinggi, dengan prevalensi berkisar antara 16,68 persen (berdasarkan data E-PPGBM) hingga 25,7 persen (berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia/SSGI), sehingga menempatkannya di jajaran daerah dengan kasus stunting signifikan di Sulsel.
Ashabul Kahfi menyayangkan kondisi tersebut, mengingat Selayar memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah sebagai sumber protein dan vitamin alami. Ia menegaskan bahwa ketersediaan hasil laut seharusnya menjadi kekuatan utama dalam pemenuhan gizi anak. “Selayar memiliki kekayaan laut sebagai sumber protein dan gizi yang sangat baik. Ini seharusnya bisa dimanfaatkan maksimal untuk menekan angka stunting,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional mendorong peningkatan edukasi gizi, optimalisasi potensi pangan lokal, serta penguatan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan. (Rr).























