Selayarnews– Kreativitas warga binaan kembali terlihat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Selayar. Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, warga binaan membuat kerajinan tangan miniatur perahu phinisi berbahan dasar batok kelapa, Jum’at (27/02).
Dengan pendampingan Petugas Bimbingan Kerja (Bimker), warga binaan dengan telaten mengolah batok kelapa yang sebelumnya dianggap limbah menjadi miniatur perahu phinisi yang unik dan bernilai seni. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan batok kelapa, pemotongan dan pembentukan badan kapal, hingga perakitan tiang dan layar yang menyerupai kapal tradisional khas Sulawesi Selatan.
Perahu phinisi sendiri merupakan ikon kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan yang telah mendunia. Miniatur yang dibuat ini terinspirasi dari kapal layar tradisional phinisi yang menjadi simbol ketangguhan pelaut Nusantara.
Kepala Rutan Selayar, Sofian Hadi Sasmita, mengapresiasi semangat dan kreativitas warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi menjadi sarana membangun keterampilan dan mental produktif bagi warga binaan.

“Pembinaan kemandirian seperti ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Harapannya, setelah kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal usaha dan mampu mandiri secara ekonomi,” ungkap Sofian.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rutan Selayar terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang kreatif, inovatif, dan bernilai ekonomi, sehingga proses pemasyarakatan benar-benar mampu mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menanamkan semangat berkarya meski dalam keterbatasan. Kreativitas dari batok kelapa ini menjadi bukti bahwa dari bahan sederhana pun dapat melahirkan karya yang membanggakan. (Aj)























