Selayarnews– Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MAPERWA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pekan Parlemen Nasional, dengan mengangkat tema “Analisis Struktural dan Relasi Kelembagaan Politik dalam Tata Kelola Pendidikan Nasional” serta subtema Equilibrium of Power from the Margins, yang berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari legislatif, akademisi, praktisi, hingga lembaga negara untuk membahas dinamika kebijakan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam konteks relasi kekuasaan antar lembaga. Diskusi difokuskan pada isu krusial seperti politik anggaran pendidikan, ketimpangan akses, implementasi kebijakan di daerah, serta hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam tata kelola pendidikan nasional.
Ketua Umum MAPERWA UNM dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebijakan pendidikan. Pendidikan adalah arena perjuangan gagasan, tempat di mana keadilan harus terus diperjuangkan, terutama bagi kelompok yang selama ini berada di pinggiran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui subtema Equilibrium of Power from the Margins, pihaknya ingin menghadirkan perspektif yang lebih inklusif dalam melihat distribusi kekuasaan dalam sektor pendidikan.
“Keseimbangan kekuasaan tidak boleh hanya berpusat pada elit, tetapi harus mampu menjangkau mereka yang berada di lapisan bawah. Pendidikan yang adil hanya akan terwujud ketika kebijakan disusun dengan mempertimbangkan suara dari seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi semata, tetapi mampu melahirkan gagasan kritis yang berkontribusi terhadap perubahan nyata dalam sistem pendidikan nasional.
“Dialog ini adalah titik awal. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa hadir sebagai aktor yang aktif dalam menentukan arah masa depan pendidikan Indonesia,” tutupnya.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Pekan Parlemen Nasional 2026, dengan harapan menghasilkan rekomendasi awal yang relevan dalam mendorong kebijakan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Red)























