Selayar – Muh. Basli Ali selaku Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar secara resmi membuka Musyawarah perencanaan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2022 yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (24/3).
Dalam sambutan yang dibawakan Basli, memaparkan tentang perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dihadapan Wakil Bupati H. Saiful Arif, Ketua DPRD Selayar Mappatunru, Kepala Bappelitbangda Selayar H. Basok Lewa bersama Forkopimda, para pimpinan OPD, Kepala Bappeda Sulsel dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dapil IV Ady Ansar.
“Pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada penurunan PDRB Perkapita masyarakat, dimana PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2019 sebesar 47,52 Juta Rupiah kemudian turun menjadi 46,71 Juta Rupiah pada tahun 2020,” Ungkap Basli.
Sebagaimana diketahui bersama kata Basli, pandemi Covid-19 sampai saat ini masih mewabah di Indonesia. Kejadian ini berdampak dan berimplikasi terhadap berbagai hal dalam penyelenggaraan dan pembangunan, termasuk pengelolaan keuangan daerah.
“Selanjutnya, angka kemiskinan pada tahun 2019 sebanyak 17,36 ribu jiwa atau sebesar 12,83 persen dan pada tahun 2020 dapat diturunkan menjadi 12,48 persen atau 17,04 ribu jiwa dari total jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Selayar sebesar 137.071 jiwa. Hal tersebut merupakan impact dari upaya pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk menekan angka kemiskinan melalui program gratis dan bantuan sosial,” Imbuhnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Muh. Basli Ali selaku Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan pada tahun 2020.
“Indeks Pembangunan Manusia yang merupakan salah satu indikator utama pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar mengalami peningkatan dari angka 66,91 pada tahun 2019 menjadi 67,38 pada tahun 2020. Namun demikian, IPM tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan IPM Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 yaitu sebesar 71,93,” Paparnya.
Indeks Pembangunan Manusia lanjut Basli, dapat diukur dari beberapa komponen yang juga mengalami peningkatan secara konsisten.
“Antara lain adalah angka harapan hidup pada tahun 2019 sebesar 68,34 tahun, kemudian pada tahun 2020 meningkat menjadi 68,46 tahun. Kedua, angka harapan lama sekolah meningkat dari 12,48 tahun 2019 menjadi 12,65 tahun 2020. Rata-rata lama sekolah pada tahun 2019 sebesar 7,63 tahun dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 7,88 tahun. Ketiga adalah paritas daya beli pada tahun 2019 sebesar 9.028 dan pada tahun 2020 turun menjadi 8.978,” Jelasnya.
Kegiatan Musrenbang RKPD itu mengangkat tema “Musrenbang RKPD itu adalah Akselerasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Melalui Potensi Kemaritiman untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”.
Bolls























